Pentingnya Lingkungan

PENTINGNYA MEMPERHATIKAN FAKTOR LINGKUNGAN

Oleh : Noor Shodiq Askandar
Direktur Lembaga Manajemen Unisma

Pada tulisan sebelumnya telah disebutkan adanya empat faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam mengkonsumsi produk. Salah satunya adalah perlunya seorang pengusaha memperhatikan faktor lingkungan yang mempengaruhi calon pelanggan mulai dari cara pandang sampai pada kemauan untuk membeli produk yang kita tawarkan. Kenapa demikian? Ini semua agar rencana pemasaran dapat berjalan lebih baik dan tepat sesuai sasaran yang dituju. Jika tidak, akan dapat menyulitkan produk diserap oleh pasar.

Faktor lingkungan tersebut adalah :

Pertama, faktor budaya yang mencakup cara pandang masyarakat, perilaku keseharian yang berkembang serta kebiasaan-kebiasaan yang dijalankan oleh masyarakat. Pengusaha harus faham betul faktor ini, agar tidak salah dalam pendekatan sehingga menimbulkan reaksi penolakan. Salah satu contoh, jangan menjual pakaian ketat dan mini pada masyarakat yang kulturnya masih sangat agamis, karena mereka terbiasa berbusana muslimah.

Kedua, kelas sosial masyarakat sasaran dari produk yang kita tawarkan. Jika pengusaha menghendaki pasar kelas atas, maka mulai dari produk yang diciptakan sampai pada kenyamanan pelayanan harus diperhatikan. Membuat produk  atau memberikan layanan yang lebih ekslusif bagi costumernya adalah bagian dari cara yang bisa dilakukan pengusaha. Bagi kelompok ini, ekslusifitas menjadi jauh lebih berharga dari hal lainnya. Makin ekslusif sering dipandang jauh lebih baik, karena dapat menunjukkan kelas sosial yang tinggi kepada yang lain.. Biasanya kelas ini juga tidak resisten terhadap harga. Berapapun harganya jika mereka merasa nyaman, tentu tetap akan dibayar dengan senang hati.

Pendekatan pasar kelas menengah dan bawah tentu lain lagi, karena punya karakteristik yang berbeda. Kelas bawah biasanya lebih realistis. Asal sesuai dengan kemampuan daya belinya, tentu akan segera dikonsumsi. Urusan gengsi, tidak menjadi prioritas utama, akan tetapi lebih kepada pemenuhan kebutuhan.

Ketiga, faktor pribadi dan keluarga. Masing-masing pribadi atau keluarga tentu punya pandangan yang tidak mesti sama satu dengan lainnya. Akan tetapi dalam keluarga, biasanya akan terjadi saling mempengaruhi, sehingga saat tertentu mereka punya pandangan dan keinginan yang sama. Bagi pengusaha, menjadi penting untuk dikelola harmonisasi keluarga agar ragam produk tidak terlalu banyak. Atau kondisi ini dapat juga digunakan untuk menetapkan kelompok produk dalam keluarga. Dengan demikian, akan lebih mudah mengenalkan dan memposisikan produk di mata pelanggan.

Salah satu produk sabun dan shampoo di Indonesia  sukses dengan menggunakan pola ini. Ada produk yang dibranding untuk keluarga, ada juga yang diperuntukkan bagi anggota keluarga, mulai dari anak-anak, remaja, ibu dan bapak.

Pola ini juga lebih memudahkan masyarakat untuk membelanjakan kebutuhannya, karena tidak perlu mengingat banyaknya ragam merk yang dipasarkan, akan tetapi cukup dengan beberapa merk saja.

Keempat, jangan lupa seorang pengusaha juga memperhatikan situasi dan suasana kebatinan yang berkembang. Hal ini menjadi penting, karena jika salah dalam kebijakan pada situasi tertentu, produk menjadi kalah bersaing dengan yang lain.

Pada situasi dimana daya beli masyarakat menurun, mesti ada kiat yang membuat konsumen merasa lebih nyaman dengan situasi yang dialaminya. Salah satu cara yang dapat dilakukan, misalnya dengan menambah isi produk dalam kemasan tanpa meningkatkan harga jualnya.

Bagi seorang pengusaha penting untuk mengetahui dan menerapkan berbagai cara yang tepat agar dapat produk dapat diserap oleh pasar secara optimal. Tanpa itu semua, jalan menuju kesuksesan dapat menjadi lebih panjang. Perhatikan semua hal, sekecil apapun itu. Termasuk didalamnya lingkungan yang melingkupi masyarakat yang akan menjadi sasaran produk seorang pengusaha. Selamat mencoba…!!!

Comments are closed.