Angklung Udjo

International and Spectacular Show of Angklung Udjo

Anda ingin menonton tarian Sunda, atau melihat pertunjukan angklung dengan pemain balita, atau belajar bermain angklung bersama warga belahan dunia, atau merasakan kebahagiaan yang tidak bisa dilukiskan, atau menari bersama anak-anak dengan ceria…. Anda harus datang ke sini. Tidak sekedar tontonan berkelas internasional, tetapi mengandung tuntunan yang luar biasa. Rasanya bangga jadi warga Indonesia…..

Angklung adalah alat musik yang berasal dari tatar Sunda. Terbuat dari bahan dasar bambu, dimainkan dengan cara digoyang. Saung Angklung Udjo adalah sanggar seni tempat kita bisa melihat cara membuat, melihat pertunjukan seni, dan bermain alat musik angklung, sebagai laboratorium pendidikan serta objek wisata budaya khas Jawa Barat yang memprioritaskan semangat gotong royong antarsesama warga desa.

Bapak Udjo Ngalalena (alm.) adalah penggiat kesenian tradisional bambu ini. Beliau bersama istrinya, Uum Sumiati, mendirikan saung yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘bangunan kecil tempat beristirahat di tengah sawah atau kebun’.

Walaupun komplek Saung Angklung Udjo ini tidak di tengah persawahan, kita bisa merasakan kesejukan dan ‘nyanyian’ merdu rimbunan pohon bambu ketika berada di kawasan seluas 10.000 meter persegi itu. Didukung bangunan dan interior dari bambu yang berlokasi di kota Bandung.

Saung Angklung Udjo didirikan pada 1966 sebagai salah satu sarana untuk melestarikan alat musik tradisional bambu sebagai seni dan identitas budaya bangsa Indonesia yang membanggakan.

“Saya mendapat amanah dari Bapak Angklung Dunia, almarhum Daeng Soetigna, untuk meneruskan misinya memperkenalkan alat musik angklung ke semua orang di seluruh dunia agar dikenal di mana-mana. Dengan sebuah gagasan, melalui penampilan kesenian musik angklung akan mendorong terciptanya kedamaian di dunia yang kita cintai dan kita tinggali ini.”

Pertunjukan Saung Angklung Udjo

Berikut ini beberapa pertunjukan Saung Angklung Udjo.

1. Demonstrasi wayang golek. Wayang khas Jawa Barat yang terbuat dari kayu ini selalu mengandung pesan moral agar manusia selalu taat pada Tuhan Yang Maha Esa dan berbuat baik terhadap sesama.
2. Demonstrasi helaran, yaitu acara yang mengiringi upacara tradisional khitanan atau panen padi. Ditujukan sebagai tanda senang dan rasa syukur pada Sang Pencipta atas segala berkat.
3. Tari tradisional yang dipertunjukan adalah tarian khas Jawa Barat, seperti tari klasik topeng kandaga dan tari merak.
4. Calung adalah instrumen musik bambu yang dimainkan oleh empat atau lima orang dengan cara dipukul.
5. Arumba kependekan dari Alunan Rumpun Bambu yang diciptakan pada 1970-an.
6. Angklung mini adalah angklung yang berbentuk minimalis, namun masih bisa dimainkan.
7. Angklung Padaeng. Sesuai namanya, angklung berlaras nada diatonis ini diciptakan olek Bapak Angklung Dunia, Daeng Soetigna, pada 1938.
8. Bermain angklung bersama, penonton diajak memainkan beberapa lagu bersama-sama dengan angklung sebagai instrumennya.
9. Angklung orkestra yang dikombinasikan dengan alat musik lain, seperti gitar, perkusi, dan lain-lain.
10. Angklung jaipong adalah kolaborasi antara tari jaipong dengan angklung orkestra.
11. Menari bersama merupakan puncak acara pertunjukan ini, penonton diajak menari bersama-sama diiringi angklung orkestra.

Pertunjukkan Saung Angklung ini dapat diikuti setiap hari, mulai pukul 15.30 WIB sampai dengan 17.30 WIB. Beralamat di Jl. Padasuka No.118 Bandung 40192, Jawa Barat. Telepon +6222 727 1714 atau 710 1736.

Menurut penelitina terbaru: bermain angklung berguna untuk relaksasi jiwa. Balita sampai manula atau yang paling sehat sampai yang mendapat vonis segera meninggal, bisa lebih rileks dan lebih bahagia setelah ikut bermain angklung.

“Pernah ada beberapa tamu yang divonis lusa meninggal datang ke Angklung Udjo. Mereka terkena leukemia. Dokternya mengajak ke sini dan terbukti mereka bisa melupakan dukanya. Saking asyiknya main Angklung” Kata Taufik Hidayat Udjo, penerus Udjo Ngalagena.

Hal itu juga dirasakan tamu barunya, seorang penasehat parlemen dari AS. Beberapa waktu lalu dia datang diantar beberapa anggota DPR. “Dia bilang sudah empat kali datang ke Udjo. Yang pertama dalam kondisi duka karena orang tuanya baru meninggal. Ketika di sini, dia menyaksikan dan berinteraksi dan bermain angklung, tiba-tiba dukanya hilang. Makanya dia datang ke sini lagi.

Saat ini, Angklung Udjo Bandung juga dipakai terapi di banyak tempat, terutama untuk pengidap autisme dan gangguan motorik. Atas dasar itu, setiap pengunjung Angklung Udjo diajak bermain bersama dengan dipandu ahlinya.

Ditulis oleh Anne Ahira, direvisi oleh Faishal Noor, dari berbagai sumber.

Comments are closed.