Pasar Baru Identik dengan Malaysia
BANDUNG memiliki banyak lokasi wisata yang perlu dikunjungi, tidak terkecuali objek wisata belanjanya. Terlebih sebagai kota mode dan dikenal pula dengan julukannya Parisj van Java, Bandung memang memiliki banyak lokasi wisata belanja.
Sebut saja salah satunya kawasan wisata belanja Pasar Baru Bandung Trade Center (PBTC) di Jln. Otista. Saat ini, pusat perbelanjaan yang dapat disebut sudah sangat kental dengan wisata belanja di Kota Bandung ini, banyak dilirik wisatawan bila datang ke Kota Kembang.
Tak heran bila kemudian banyak wisatawan baik domestik maupun mancanegara, yang khusus datang ke PBTC. Terlebih Pasar Baru menyediakan berbagai macam kebutuhan masyarakat. Terutama komoditas produk tekstil (TPT), pakaian jadi, sepatu, aksesori, dan lainnya.
Di Pasar Baru banyak barang yang ditawarkan, baik oleh pedagang ritel maupun grosir. Para konsumen pun bisa mendapatkan produk yang terbilang murah dengan kualitas sangat baik. Keunggulan tersebutlah yang menjadikan Pasar Baru menjadi terkenal.
Melihat keunggulan itu, Pasar Baru memang telah menjadi lokasi tujuan wisatawan. Hal itu dapat dilihat dari tingkat kunjungan. Selama 2010 jumlah pengunjung Pasar Baru mencapai 14,5 juta orang dengan rata-rata kunjungan 1,2 juta orang per bulan.
Uniknya lagi, pengunjung yang datang tidak hanya warga Kota Bandung. Sebab tidak sedikit yang berasal dari luar Bandung. Bahkan banyak turis mancanegara yang memang sengaja datang ke objek wisata belanja ini. Seperti dari Malaysia, Singapura, Filipina, dan lain-lain.
Namun jumlah wisatawan terbesar yang datang ke Pasar Baru, berasal dari negeri jiran Malaysia. Rata-rata tingkat kunjungan wisatawan dari Malaysia mencapai 2.000 – 2.500 orang. Bahkan pada bulan Maret 2011, jumlahnya meningkat tajam dan mencapai 5.000 orang.
Tingginya kunjungan wisatawan Malaysia tersebut, tentunya dipengaruhi oleh mudahnya akses transportasi. Sebab dari Bandara Husein Sastranegara, kini sudah ada penerbangan langsung ke Malaysia. Kondisi itu tentunya semakin mendorong turis Malaysia untuk datang ke Kota Bandung.
Apalagi saat ini maskapai penerbangan Air Asia Indonesia pun membuka rute baru Bandung-Kuala Lumpur menggunakan pesawat berbadan lebar Airbus A320. Tentunya ini akan lebih mendorong tingkat kunjungan wisatawan Malaysia ke Pasar Baru.
Wisatawan Malaysia yang berbelanja ke Pasar Baru, selama ini cenderung membeli produk pakaian jadi serta busana muslim. Mereka sengaja datang ke Pasar Baru karena PBTC menawarkan produk-produk yang sangat murah. Mereka membawa produk dari Pasar Baru untuk dijual lagi di negeranya.
Tingginya tingkat kunjungan dari wisatawan Malaysia pun memengaruhi pedagang di PBTC. Banyak yang menyesuaikan produknya dengan keinginan wisatawan Malaysia. Selain berkomunikasi dengan dialek Malaysia, beberapa pedagang pun kini melakukan transaksi dengan ringgit Malaysia.
Tingginya tingkat kunjungan wisatawan ke Kota Bandung khususnya Pasar Baru ini, tentu perlu dikembangkan pemerintah. Dengan kata lain, pemerintah perlu memfasilitasinya dengan memberikan berbagai kemudahan. (agus hermawan/”GM”)**

